Minggu, 27 April 2014

Santo Petrus Kanisius


Salam damai sejahtera, teman-teman.

Berikut ini saya akan berbagi mengenai kisah hidup Santo Petrus Kanisius, seorang Imam dan Pujangga Gereja.

Santo Petrus Kanisus dilahirkan di Nijmegen (Belanda) pada tanggal 8 Mei 1521 sebagai putra sulung dari Yakob Kanis.

Semasa hidupnya, Petrus Kanisius telah menyaksikan pergolakan hebat dalam tubuh Gereja oleh munculnya gerakan reformasi yang dipimpin oleh Martin Luther.

Petrus Kanisius memasuki Serikat Yesuit oada usia 22 tahun dan ia juga turut mendirikan rumah Yesuit pertama di Cologne, tempat dimana ia menjalani masa noviatnya.

Kemudian pada tahun 1546, ia ditahbiskan menjadi imam.

Petrus Kanisius terkenal sebagai seorang pengkhotbah ulung, melalui khotbah-khatbah dan katekesenya, ia berhasil membangkitkan kembali semangat hidup keagamaan di kalangan umat.

Pada tahun 1554, Petrus Kanisius menjadi administrator Tahta Suci atas permintaan Paus Yulius III dan seijin Ignasius Loyola.

Salah satu buku katekismus karya Petrus Kanisius yang terkenal, yang ia susun semasa menjadi administrator Tahta Suci yaitu: Ringkasan Ajaran Kristen, yang dipakai di seluruh Eropa selama beberapa abad sebagai buku pegangan.

Kemudian Petrus Kanisius menyusun dua buku katekismus yang lebih singkat untuk dipakai di sekolah-sekolah.

Petrus Kanisius juga mengajar di sekolah maupun universitas, selain itu ia juga giat menulis suatu seri buku sebagai tanggapan terhadap sebuah buku yang diterbitkan sekelompok penulis Protestan dari Magdeburg.

Pada tahun 1580, Petrus Kanisius mendirikan sebuah penerbitan Katolik, selain ia juga mendirikan universitas di Frieburg, Switzerland.

Pada tahun 1591, Petrus Kanisius jatuh sakit, namun ia tetap giat menulis sampai dengan kematiannya pada tanggal 21 Desember 1597 di Frieburg.

Paus Pius XI memberi gelar Petrus Kanisius sebagai seorang Pujangga Gereja yang mahsyur.

...

Demikian teman-teman terkasih, kisah Santo Petrus Kanisius, semoga kita bisa meneladan semangat pelayanannya kepada Tuhan sampai dengan akhir hidupnya.

Tuhan memberkati kita semua.

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi: 
Sumber gambar dari internet yang diolah.

Diceritakan kembali dari:  Orang Kudus Sepanjang Tahun, Mgr.Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Penerbit Obor, 2013.

Mutiara Kasih April 2014


Salam damai sejahtera, teman- teman.

Santo Fransiskus dari Asisi merupakan salah satu dari para kudus yang hidupnya sangat berkenan di mata Tuhan.

Melalui karya kasihnya dan juga sikap hidupnya yang sangat sederhana sebagai jalan untuk mengabdikan diri untuk melayani mereka yang miskin dan mereka yang membutuhkan uluran tangan, Santo Fransiskus telah membuktikan bahwa dalam kesederhanaan dan bahkan dalam kemiskinan sekalipun, bukanlah halangan mengabdi pada Tuhan dan melakukan karya kasih bagi sesama.

Santo Fransiskus pernah menyampaikan bahwa di dalam diri para miskin dan mereka yang diabaikan, Santo Fransiskus melihat diri Tuhan Yesus didalamnya.

Berikut beberapa pesan yang sungguh luar biasa mengenai kasih, semoga menjadi inspirasi bagi hidup kita semua:

“Berikan bagi mereka yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam darimu.”

“Siapa pun yang menyakiti kemiskinan, menyakiti Kristus juga.”

“Kalian tidak boleh mementingkan nilai-nilai dunia, tinggalkan keinginan kalian sendiri, dan taklukkan tuntutan-tuntutan tubuh kalian.”

“Karena itu pergilah sahabat-sahabatku, berdua-dua ke dunia dan wartakan bagi setiap orang kedamaian dan pertobatan bagi pengampunan dosa-dosa.”

“Bersabarlah terhadap penderitaan-penderitaan yang kalian tanggung, karena kalian yakin bahwa Tuhan memiliki sebuah maksud bagi kalian dan Ia akan menepati janji-Nya.”

...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Wanita Dibalik Mukjizat Mendiang Paus Yohanes Paulus II Berbagi Cerita


25/04/2014

Floribeth Mora Diaz berusaha menahan air mata pada Kamis kemarin saat ia menyatakan bahwa tiga tahun lalu mendiang Paus Yohanes Paulus II telah menyelamatkan dia dari penyakit aneurisma otak yang tidak bisa dioperasi.

Mora akan menghadiri upacara bersejarah hari Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, ketika Paus Fransiskus memberikan kanonisasi kepada mendiang Paus Yohanes Paulus II dan mendiang Paus Yohanes XXIII, Paus asal Italia yang dikenal sebagai “Good Pope John.”

Ibu Kosta Rika dari empat anak itu berada di depan media dunia untuk menjelaskan bagaimana ia mengalami kesembuhan dengan menjelaskan itu adalah mukjizat yang telah menyebabkan paus terkenal asal Polandia itu mendapat gelar orang kudus (santo).

Dua mukjizat telah dikaitkan dengan perantaraan Yohanes Paulus II dengan campur tangan Tuhan, membuka jalan bagi dia menuju santo.

Tahun 2011, Mora menderita sakit kepala terus-menerus dan diberitahu oleh dokter bahwa hari-harinya hanya menunggu waktu. 

Mereka mengatakan aneurisma  “otak” yang diderita dia dan satu-satunya pilihannya adalah berobat ke Meksiko atau Kuba, tetapi keluarganya tidak mampu.

“Para dokter mengatakan kepada saya tidak ada gunanya untuk melanjutkan pengobatan karena mereka telah melakukan segala sesuatu dan tidak ada banyak lagi yang bisa kami lakukan,” kata Mora dalam konferensi media tersebut.

Ia mengenang, “Para dokter mengatakan bahwa aku hanya punya satu bulan untuk hidup dan tidak ada harapan lagi.”

Hanya terbaring di atas tempat tidur, ia memegang sebuah majalah dengan foto sampul Paus Yohanes Paulus II di rumahnya di Tres Rios de Cartago, 12 kilometer dari ibukota San Jose. 

Suaminya, Edwin, mendorongnya untuk terus berdoa.

“Kekhawatiran terbesar saya bukan kematian,  tetapi keprihatinan tentang apa yang akan terjadi pada anak-anak saya,” tambahnya.

Sumber: UCA News
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka