Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup Santo Santa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup Santo Santa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Bunda Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Ketika usianya baru tiga tahun, Santa Perawan Maria dibawa oleh kedua orangtuanya, St. Yoakim dan St. Anna, ke Bait Allah di Yerusalem.
Seluruh hidup Maria dipersembahkan kepada Allah. Tuhan telah memilih Maria untuk menjadi Bunda dari Putera-Nya, Yesus.
Santa Maria gembira dapat mulai melayani Tuhan di Bait Suci.
Dan St. Yoakim serta St. Anna juga merasa bahagia dapat mempersembahkan puteri kecilnya yang kudus kepada Tuhan.
Mereka percaya bahwa Tuhan telah mengirimkan Maria kepada mereka.

Di Bait Allah, Imam Besar menerima kanak-kanak Maria.
Ia akan ditempatkan di antara para gadis yang dipersembahkan bagi kepentingan doa dan pelayanan Bait Suci.
Imam Besar mencium serta memberkati kanak-kanak suci itu, ia tahu bahwa Tuhan telah merancangkan suatu hal besar baginya.
Kanak-kanak Maria tidak menangis atau pun merengek dan kembali kepada orangtuanya.
Ia datang dengan amat girangnya ke altar sehingga semua orang yang ada di Bait Allah jatuh hati kepadanya.

St. Yoakim dan St. Anna pulang kembali ke rumah mereka.
Mereka memuliakan Tuhan oleh karena puteri mereka terberkati. Maria tetap tinggal di Bait Allah, di mana ia tumbuh dewasa dalam kekudusan.
Maria melewatkan hari-harinya dengan membaca Kitab Suci, berdoa serta melayani para imam di Bait Suci.
Ia menenun kain halus serta menjahitnya menjadi baju-baju yang indah.
Maria dikasihi oleh para gadis yang lain sebab ia amat lembut hati.
Maria berusaha untuk melakukan semua kewajibannya dengan sebaik-baiknya agar dapat menyenangkan hati Tuhan.
Maria bertumbuh dalam rahmat Tuhan sehingga semakin nyatalah kemuliaan Tuhan.


“Santa Perawan Maria sudah barang tentu melakukan kehendak Bapa, dan baginya jauh lebih berarti menjadi seorang pengikut Kristus daripada menjadi Bunda-Nya, dan ia lebih diberkati sebagai pengikut-Nya daripada sebagai bunda-Nya.
Baginya suatu kebahagiaan untuk mengandung dalam rahimnya seorang Putera yang akan ditaatinya sebagai Tuhan-nya.”
St. Agustinus


Diambil dari sumber: http://yesaya.indocell.net
Tuhan memberkati kita semua.
...
Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Minggu, 28 September 2014

Malaikat Agung Mikael, Gabriel dan Rafael



O para malaikat agung terkasih,

mohon bimbinglah kami para pendosa ini

untuk berpaling dari kedagingan kami,

untuk menghibur hati Bunda Surgawi terkasih yang terus berduka,

dan pada akhirnya hantarkanlah kami menuju kemuliaan Tritunggal Maha Kudus.

Ya Malaikat Agung Mikael,

mohon lindungilah kami dari segala serangan

dan tipu daya si jahat.

Ya Malaikat Agung Gabriel,

mohon jadikanlah kami saluran kasih dan pembawa kabar Tuhan

bagi sesama kami di dunia ini,

Ya Malaikat Agung Rafael,

mohon sembuhkanlah jiwa dan raga kami,

agar semangat kami selalu berkobar dalam melayani Tritunggal Maha Kudus.

Terima kasih ya para malaikat agung. 

Terpujilah selalu Tritunggal Maha Kudus.

Amin.
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Minggu, 31 Agustus 2014

Santa Monika

Santa Monika oleh Gereja Katolik dihormati sebagai pelindung para ibu rumah tangga.

Pestanya dirayakan oleh Gereja setiap tanggal 27 Agustus.

Sebenarnya siapakah Santa Monika dan apa yang telah diperbuatnya sehingga ia menjadi salah seorang kudus yang dihormati oleh Gereja Katolik?

Santa Monika adalah ibunda dari Santo Agustinus (dari Hippo).

Beliau lahir di Tagaste, Afrika bagian Utara pada sekitar tahun 332.

Semasa hidupnya, Monika dengan setia terus berdoa dan berusaha untuk membuat suami dan anaknya, Agustinus, untuk kembali kepada Tuhan.

Bertahun-tahun, Monika terus berdoa kepada Tuhan, namun tidak ada tanda bahwa doanya dikabulkan, walaupun demikian ia tetap setia berdoa: “Semoga Yang Maha Baik melindungi dan membimbing suami dan puteraku Agustinus ke jalan yang benar!”

Usahanya tidaklah sia-sia.

Sebelum kematiannya, sang suami, Patricius, bertobat dan meminta supaya dipermandikan dan menjadi seorang Kristiani.

Tinggallah puteranya yang cerdas, Agustinus, yang masih hidup dalam kesesatan duniawi.

Ia selama 7 (tujuh) bulan hidup bersama dengan seorang wanita, diluar perkawinan yang sah, sampai wanita tersebut melahirkan seorang putera, Deodatus.

Betapa sedih hati Monika, melihat tingkah laku sang putera.

Monika menghadap seorang uskup untuk meminta pertolongan, uskup tersebut menghibur dan menguatkan Monika dengan berkata bahwa Tuhan akan melindungi sang putera dan menghindarkannya dari celaka, karena Monika selalu setia membawanya kembali ke jalan-Nya dengan terus berlinang air mata.

Sampai pada suatu saat Agustinus memutuskan untuk pergi berlayar ke Italia, sang ibu, Monika, dengan setia mendampingi anaknya itu.

Di Milano, Italia, Monika berkenalan dengan seorang uskup, Santo Ambrosius.

Oleh karena teladan dan bimbingan dari Ambrosius, Agustinus pada akhirnya bertobat dan bertekad untuk hidup hanya demi Allah dan sesamanya, Agustinus akhirnya dipermandikan.

Betapa besar rasa sukacita yang dirasakan oleh Monika, bahwa harapan yang selama ini ia panjatkan kepada Tuhan telah dikabulkan, segala penderitaannya telah sirna melihat sang putera telah kembali kepada jalan Tuhan.

Dalam suatu percakapan dengan sang putera, Agustinus, di Ostia, Italia, Monika menyampaikan: “Anakku, satu-satunya alasan yang membuat aku masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah aku mau melihat engkau menjadi seorang Kristen sebelum aku menghembuskan nafasku. Hal ini sekarang telah dikabulkan Allah, bahkan lebih dari itu, Allah telah menggerakkan engkau untuk mempersembahkan dirimu sama sekali kepada-Nya dalam pengabdian yang tulus kepada-Nya. Sekarang apalagi yang aku harapkan?”

Saat di akhir hidupnya, Monika berkata kepada anaknya, Agustinus: “Anakku, satu-satunya yang kuhendaki ialah agar engkau mengenang aku di altar Tuhan.”

Monika meninggal di Ostia, Roma pada tahun sekitar 387, didampingi oleh sang putera Agustinus.

Sungguh suatu teladan yang luar biasa dari Santa Monika, doa dan juga usaha yang tak pernah kenal lelah telah menghasilkan buah yang indah bagi Tuhan pada waktunya.

Berdoalah dan berusahalah senantiasa untuk hidup dalam kekudusan karena Tuhan tidak pernah mengabaikan kesungguhan niat dalam diri kita. 

Tuhan memberkati kita semua.
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi:
Sumber gambar dari internet yang diolah.

Orang Kudus Sepanjang Tahun, Mgr.Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Penerbit Obor, 2013.

The Catholic Idols Kisah Hidup Santo Santa Bacaan Inspiratif Kaum Muda - Jilid 3, Susan Helen Wallace FSP dan Melissa Wright, Penerbit Dioma, 2009

Ensiklopedi Orang Kudus dari A sampai Z, Yayasan Cipta Loka Caraka, 2010.

Rabu, 30 Juli 2014

Santo Petrus Krisologus


Santo Petrus Krisologus hidup pada sekitar abad kelima, ia dilahirkan di kota kecil Imola, Italia.

Ia dikenal sebagai seorang uskup dan pujangga gereja.

Uskup Italia ini gigih berjuang melawan bidaah / ajaran sesat yang merajalela dikalangan umat, terutama yang disebarkan Eutiches, yang menyangkal kemanusiaan Yesus.

Uskup Italia ini menyampaikan bahwa demi iman dan perdamaian, sebaiknya penyebaran ajaran iman melalui persetujuan Bapa Suci (Paus) sebagai Pimpinan Tertinggi Gereja.

“Krisologus” berarti kata emas.

Uskup Petrus Krisologus mendapat julukan “si mulut emas”, hal ini dikarenakan dalam setiap khotbahnya, ia menyampaikan pesan-pesan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh umat dan menyentuh hati mereka.

Ia dalam khotbah-khotbahnya mengajak umat untuk sesering mungkin menerima Komuni Kudus dan menyadari bahwa Tubuh Yesus seharusnya menjadi makanan bagi jiwa mereka sehari-hari.

Uskup Petrus Krisologus meninggal dengan tenang di Imola pada tahun 450.

Pada tahun 1729, Paus Benediktus XIII menyatakan Santo Petrus Krisologus sebagai Doktor Gereja.
...

Demikian teman-teman terkasih dalam Kristus, riwayat singkat dari Santo Petrus Krisologus.

Semoga kisahnya menginspirasi kita semua untuk selalu berusaha menjadi kudus setiap waktu, berkarya dengan tulus bagi kemuliaan Tuhan dan pada akhirnya supaya hidup kita berkenan bagi Tuhan.

Tuhan memberkati selalu.
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi: 

Sumber gambar dari internet yang diolah.

Orang Kudus Sepanjang Tahun, Mgr.Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Penerbit Obor, 2013.

The Catholic Idols Kisah Hidup Santo Santa Bacaan Inspiratif Kaum Muda - Jilid 3, Susan Helen Wallace FSP dan Melissa Wright, Penerbit Dioma, 2009.

Ensiklopedi Orang Kudus dari A sampai Z, Yayasan Cipta Loka Caraka, 2010.