Rabu, 22 Oktober 2014

Berdoa Melalui Bunda Maria



Berdoa yang benar adalah berdoa kepada Allah melalui Bunda Maria.

Mengapa? Karena Allah adalah sumber rahmat.

Bunda Maria menyalurkan rahmat Allah kepada kita.

Bunda Maria bisa diibaratkan rembulan yang memantulkan cahaya matahari kepada kita.

Dari dirinya sendiri, rembulan  tidak mempunyai cahaya.

Rembulan memantulkan cahaya sedemikian kuat sehingga nampaknya cahaya itu berasal dari rembulan itu sendiri.

Demikian juga Bunda Maria.

Kemurnian dan kesucian Bunda Maria membuat kita melihat seolah-olah rahmat itu berasal dari Bunda Maria sendiri.

Uraian diatas menunjukkan ketepatan ajaran iman.

Namun hendaknya ajaran ini jangan dimengerti seolah-olah Allah sedemikian birokratis atau begitu “gampang tersinggung” sehingga kalau ada “salah jalur”(yaitu: meminta langsung kepada Bunda Maria) Allah akan langsung marah dan tidak mengabulkan.

Pasti tidak demikian.

Allah akan memaklumi ketidakmengertian kita dan tetap memerhatikan doa permohonan kita.

Allah mengerti bahwa kebanyakan kita merasa lebih dekat dengan ibu kita, sehingga mungkin kita lebih mudah meminta melalui ibu.

Dilain pihak, Bunda Maria pasti juga akan menyampaikan doa permohonan kita kepada Allah.

Juga, janganlah kehadiran Bunda Maria dibayangkan sebagai mempersulit proses sampai kepada Allah.

Sebaliknya, seperti peristiwa di Kana (Yohanes 2:1-11), Bunda Maria membantu kita agar permohonan kita sampai kepada Allah secara lebih mudah dan dikabulkan.

Bunda Maria membantu kita untuk tahu memohon sesuatu yang benar.

Bunda Maria juga membantu kita untuk memohon secara benar.

Demikian ulasan hari ini, semoga menjadi berkat bagi hidup kita semua.

Tuhan memberkati kita semua.
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi: 

Sumber gambar dari internet yang diolah.

Seri Konsultasi Iman 3: Maria: Perawan dan Bunda, Dr.Petrus Maria Handoko,CM, Penerbit Dioma, 2014.

Tidak ada komentar: