Berdoa yang benar adalah berdoa kepada Allah melalui Bunda
Maria.
Mengapa? Karena Allah adalah sumber rahmat.
Bunda Maria menyalurkan rahmat Allah kepada kita.
Bunda Maria bisa diibaratkan rembulan yang memantulkan
cahaya matahari kepada kita.
Dari dirinya sendiri, rembulan tidak mempunyai cahaya.
Rembulan memantulkan cahaya sedemikian kuat sehingga
nampaknya cahaya itu berasal dari rembulan itu sendiri.
Demikian juga Bunda Maria.
Kemurnian dan kesucian Bunda Maria membuat kita melihat
seolah-olah rahmat itu berasal dari Bunda Maria sendiri.
Uraian diatas menunjukkan ketepatan ajaran iman.
Namun hendaknya ajaran ini jangan dimengerti seolah-olah Allah sedemikian birokratis
atau begitu “gampang tersinggung” sehingga kalau ada “salah jalur”(yaitu:
meminta langsung kepada Bunda Maria) Allah akan langsung marah dan tidak
mengabulkan.
Pasti tidak demikian.
Allah akan memaklumi ketidakmengertian kita dan tetap
memerhatikan doa permohonan kita.
Allah mengerti bahwa kebanyakan kita merasa lebih dekat
dengan ibu kita, sehingga mungkin kita lebih mudah meminta melalui ibu.
Dilain pihak, Bunda Maria pasti juga akan menyampaikan doa
permohonan kita kepada Allah.
Juga, janganlah
kehadiran Bunda Maria dibayangkan sebagai mempersulit proses sampai kepada
Allah.
Sebaliknya, seperti peristiwa di Kana (Yohanes 2:1-11), Bunda
Maria membantu kita agar permohonan kita sampai kepada Allah secara lebih mudah
dan dikabulkan.
Bunda Maria membantu kita untuk tahu memohon sesuatu yang
benar.
Bunda Maria juga membantu kita untuk memohon secara benar.
Demikian ulasan hari ini, semoga menjadi berkat bagi hidup
kita semua.
Tuhan memberkati kita semua.
...
Teman-teman terkasih
dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel
diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"
With love,
Mikael Oka
Referensi:
Sumber gambar dari internet yang diolah.
Seri Konsultasi Iman 3: Maria: Perawan dan Bunda, Dr.Petrus
Maria Handoko,CM, Penerbit Dioma, 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar