Kamis, 09 Januari 2014

Simbol Iman (4 dari 6)



1.       Apa yang diwahyukan Yesus kepada kita tentang misteri Bapa ?

Yesus Kristus mewahyukan kepada kita bahwa Allah itu "Bapa", bukan hanya karena Dia menciptakan alam semesta dan manusia, tetapi terutama karena Dia secara kekal melahirkan dalam Diri-Nya, Putra-Nya, yaitu Sabda-Nya, "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah" (Ibrani 1:3)


2.       Siapakah Roh Kudus yang diwahyukan oleh Yesus Kristus kepada kita ?

Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Tritunggal. 

Dia adalah Allah, satu dan setara dengan Bapa dan Putra. 

Dia "berasal dari Bapa" (Yohanes 15:26) yang adalah dasar tanpa sebuah dasar, dan asal dari semua kehidupan trinitaris. 

Dia berasal pula dari Sang Putra (Filioque) lewat anugerah abadi yang dibuat oleh Bapa kepada sang Putra.

Diutus oleh Bapa dan Putra yang menjelma, Roh Kudus membimbing Gereja "ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:13).


3.       Bagaimana Gereja mengungkapkan iman trinitarisnya ?

Gereja mengungkapkan iman trinitarisnya dengan percaya kepada keesaan Allah yang dalam-Nya terdapat tiga Pribadi, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Ketiga Pribadi Ilahi ini hanya satu Allah karena mesing-masing memiliki secara setara kepenuhan kodrat Ilahi yang satu dan tak terbagi.

Mereka berbeda satu sama lain karena realisasi yang menghubungkan mereka satu sama lain.

Bapa melahirkan Putra, Putra dilahirkan oleh Bapa, Roh Kudus keluar dari bapa dan Putra.


4.       Bagaimana ketiga Pribadi Ilahi ini bekerja ?

Tidak terpisahkan dalam satu hakikat, ketiga Pribadi Ilahi ini juga tidak terpisahkan dalam aktivitas mereka.

Tritunggal mempunyai satu tindakan yang satu dan sama.

Namun dalam tindakan yang satu ini, setiap Pribadi hadir menurut cara adanya yang khas baginya di dalam Tritunggal.



Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi:
Sumber gambar dari internet yang diolah.
Dikutip dari buku "Kompendium Katekismus Gereja Katolik", penerbit Kanisius, 2013

Jumat, 03 Januari 2014

Kerendahan Hati yang Bekenan bagi Tuhan

Sumber gambar dari internet yang diolah,


Salam damai sejahtera teman-teman.

Seorang penulis, dalam suatu karyanya, mengatakan bahwa kesombongan adalah ratu dari segala dosa.

Kalau kita mau sejenak mencoba merenungkannya, kita akan menyadari bahwa kesombongan itu dapat menghalangi kita menuju pada kebenaran dan kebijaksanaan.

Baik kita sadari maupun tidak, kesombongan selalu berusaha masuk dalam setiap aspek kehidupan kita.

Sebagai contoh sederhana, kalau kita memperoleh rangking yang bagus di kelas dan kita dipuji orang, secara tidak sadar kita merasa bangga dan senang, pada saat itulah kesombongan masuk, kita menjadi "besar kepala" dan mungkin menganggap yang teman sekelas lainnya itu tidak sepandai diri kita, atau merasa itu sudah sewajarnya karena usaha keras kita dalam belajar.

Contoh lainnya, pada saat kita bekerja, atasan kita memuji hasil kerja kita yang baik di depan teman-teman sekantor lainnya. 

Siapa yang tidak bangga dan senang dipuji di depan orang-orang kantor lainnya dan mungkin juga ini bisa jadi kesempatan promosi ke jenjang karir yang lebih baik.

Pada saat kita merasa lebih baik dari yang lainnya itulah kesombongan masuk dan berkembang.

Dari situlah muncul dosa-dosa lainnya, seperti mengabaikan kehadiran Tuhan, keegoisan, menghalalkan segala cara mencapai tujuan, kecurangan, kemalasan, tidak menghargai diri (workaholic, diet ketat, belajar sistem kebut semalam), dan lain-lain.

St.Thomas Aquinas pernah mengatakan tidak ada yang lebih buruk daripada kesombongan.

Bagaimana pulih dari kesombongan ?

Pemulihannya yaitu dengan CINTA, perbuatan cinta kasih adalah pemulih semua dosa manusia.

Dalam salah satu surat St.Paulus kepada jemaat di Korintus, disampaikan bahwa kasih itu sabar, baik hati, tidak iri hati. Kasih  tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak berlaku kasar dan tidak mencari keuntungan sendiri. Kasih menguasai kemarahan dan melupakan kesalahan. Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi bergembira karena kebenaran. Kasih mengampuni segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu.

Cinta terwujud dalam sikap yang rendah hati terhadap sesama dan alam (bukan rendah diri).

Bersikap rendah hati berarti dengan rela membiarkan hati dan pikiran kita dileburkan, ditempa ulang dan diperbarui, taat menerima bahwa diri kita masih terus perlu belajar menjadi lebih baik supaya hidup kita terus diperbarui menjadi semakin murni dan berkenan bagi Tuhan.

Kerendahan hati itu ibarat besi baja yang semakin sering diolah dan ditempa akan menghasilkan karya yang kualitasnya semakin baik.

Bunda Teresa dari Calcutta pernah menyampaikan cara-cara mencapai kerendahan hati, yaitu:

1.      Berbicara sedikit mungkin mengenai diri sendiri.
2.      Uruslah persoalan-persoalan pribadi.
3.      Hindari rasa ingin tahu yang berlebihan.
4.      Janganlah mencampuri urusan orang lain.
5.      Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
6.      Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
7.      Terimalah hinaan dan caci maki.
8.      Terimalah perasaan tidak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.
9.      Mengalah terhadap kehendak orang lain.
10.  Terimalah celaan meskipun kita tidak layak menerimanya.
11.  Bersikap sopan dan peka, sekalipun orang memancing amarah kita.
12.  Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
13.  Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, meskipun kita benar.
14.  Pilihlah selalu yang tersulit.

Hendaknya kita renungkan cara-cara mencapai kerendahan hati yang disampaikan oleh Bunda Teresa, jangan kita hanya menelaah "mentah-mentah".

Meskipun tidak mudah mencapai kerendahan hati, jika kita terus berdoa kepada Tuhan dan berusaha mewujudkannya secara terus menerus, maka kita akan memiliki sikap rendah hati yang berkenan bagi Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua.

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka


Rabu, 01 Januari 2014

Simbol Iman (3 dari 6)




1.       Apa artinya bahwa Allah adalah Kebenaran ?

Allah adalah Kebenaran, dengan demikian Dia tidak dapat menipu ataupun ditipu.

Dia adalah "terang, dan di dalam-Nya tidak ada kegelapan" (1Yohanes 1:5).

Putra Allah yang kekal, penjelmaan kebijaksanaan, diutus ke dunia untuk "memberikan kesaksian dan Kebenaran" (Yohanes 18:37).


2.       Dengan cara bagaimana Allah mewahyukan bahwa Dia adalah cinta ?

Allah mewahyukan Diri-Nya kepada Israel sebagai Dia yang mempunyai cinta yang lebih besar daripada cinta orang tua untuk anak-anak mereka atau cinta antara suami dan istri.

"Allah dalam Diri-Nya sendiri adalah cinta" (1Yohanes 4:8.16).

Dia yang memberikan Diri-Nya secara penuh dan cuma-cuma, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yohanes 3:16-17).

Dengan mengutus Putra-Nya dan Roh Kudus, Allah mewahyukan bahwa Dia sendiri adalah hubungan kasih yang abadi.


3.       Apa artinya percaya hanya akan satu Allah ?

Percaya akan satu Allah berarti mengenal keagungan dan kekuasaan-Nya.

Hal ini menyangkut hidup dalam rasa syukur dan selalu percaya kepada-Nya, bahkan dalam kemalangan.

Hal ini berarti pula mengakui kesatuan dan martabat sejati seluruh manusia, yang diciptakan menurut gambaran-Nya.

Berarti pula menggunakan dengan baik segala sesuatu yang sudah Dia ciptakan.


4.       Apakah pusat misteri iman dan hidup Kristen ?

Pusat misteri iman dan hidup Kristen adalah misteri Tritunggal yang amat Terberkati.

Orang Kristen dibaptis atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

5.       Dapatkah misteri Tritunggal itu dikenal hanya melalui akal budi manusia saja ?

Allah meninggalkan beberapa jejak kehidupan trinitas-Nya dalam ciptaan-Nya dan dalam Perjanjian Lama, tetapi kodrat-Nya yang terdalam sebagai Tritunggal Mahakudus merupakan sebuah misteri yang tidak akan dapat ditembus oleh akal budi manusia saja, bahkan oleh iman Israel sebelum Penjelmaan Putra Allah dan pengutusan Roh Kudus.

Misteri ini diwahyukan oleh Yesus Kristus dan ini merupakan sumber semua misteri iman yang lainnya.



Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Referensi:
Sumber gambar dari internet yang diolah.
Dikutip dari buku "Kompendium Katekismus Gereja Katolik", penerbit Kanisius, 2013