Sabtu, 02 Agustus 2014

Dari Paus Fransiskus: 10 Tips Untuk Perdamaian dan Kebahagiaan


31/07/2014

Menjadi lemah lembut, murah hati dan berjuang untuk perdamaian merupakan resep rahasia Paus Fransiskus untuk menuju kebahagiaan.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan “Viva”, sebuah mingguan Argentina pada 27 Juli, Paus mendaftar 10 tips untuk membawa sukacita yang lebih besar dalam kehidupan seseorang:

1. “Hidup dan biarkan hidup.” Setiap orang harus dituntun oleh prinsip ini,  yang memiliki ungkapan yang sama di Roma melalui pepatah, “Bergerak maju dan membiarkan orang lain melakukan hal yang sama.”

2. “Memberi diri kepada orang lain.” Orang harus terbuka dan bermurah hati terhadap sesama, katanya, karena “jika Anda mengutamakan kepentingan diri sendiri, Anda akan menghadapi risiko menjadi egosentris. Dan air yang tergenang menjadi bau.”

3. “Lanjutkan dengan tenang” dalam hidup. Paus menggunakan foto dari Ricardo Guiraldes untuk mengajar sastra SMA,  dimana tokoh protagonis itu – gaucho Don Segundo Sombra – melihat ke belakang tentang bagaimana ia menjalani kehidupannya.

“Dia mengatakan bahwa di masa mudanya ia melihat aliran air penuh dengan batu yang dibawa air itu, ketika dewasa, ia melihat air masih mengalir, dan di usia tua, air masih mengalir, namun perlahan-lahan, air itu menjadi seperti kolam”, kata Paus.

Dia mengatakan dia suka ilustrasi yang terakhir ini yakni kolam – memiliki “kemampuan untuk mengalir dengan kebaikan dan kerendahan hati, ketenangan dalam hidup”.

4. “Hidup santai yang sehat.” Menikmati seni, literatur, dan bermain bersama dengan anak-anak telah hilang, katanya. “Konsumerisme telah membawa kita kepada kecemasan” dan stres, menyebabkan orang kehilangan “budaya hidup sehat.”

Waktu mereka “ditelan” kesibukan sehingga orang tidak dapat berbagi dengan orang lain. Meskipun banyak orangtua bekerja berjam-jam, mereka harus menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak-anak mereka; jadwal kerja menjadi “kendala, tetapi Anda harus melakukannya,” katanya.

Keluarga-keluarga juga harus mematikan televisi saat mereka makan, meskipun televisi berguna untuk memperoleh berita-berita atau hiburan, tapi hal itu “tidak menghalangi kalian untuk berkomunikasi” satu sama lain, katanya.

5. Hari Minggu harus libur. Para pekerja harus libur pada hari Minggu karena “hari Minggu adalah untuk keluarga,” katanya.

6. Mencari cara-cara inovatif untuk menciptakan lapangan kerja yang bermartabat bagi orang muda. “Kita harus kreatif demi orang-orang muda. Jika mereka tidak memiliki kesempatan mereka akan masuk ke narkoba” dan lebih rentan terhadap bunuh diri, katanya. “Orang muda tidak cukup diberikan makanan,” katanya.

7. Menghormati dan memelihara alam. Degradasi lingkungan “adalah salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi,” katanya. “Saya pikir pertanyaan yang kita tidak bertanya kepada diri sendiri: Bukankah manusia melakukan bunuh diri dengan menggunakan alam secara masif dan tirani?”

8. Berhenti menjadi negatif. “Berbicara buruk tentang orang lain menunjukkan harga diri yang rendah. Itu berarti, “Saya merasa begitu rendah sehingga alih-alih memilih diri saya harus merendahkan orang lain,” kata Paus. “Melepaskan hal-hal negatif dengan cepat adalah sehat.”

9. Jangan memaksa; menghormati keyakinan orang lain. “Kita bisa menginspirasi orang lain melalui kesaksian sehingga orang yang tumbuh bersama-sama dalam berkomunikasi. Tetapi yang terburuk dari semua adalah penyebaran agama. “Saya berbicara dengan Anda untuk membujuk Anda, tidak. Setiap orang berdialog, dimulai dengan indentitas dirinya. Gereja bertumbuh melalui kesaksian, bukan penyebaran agama,” kayanya.

10. Bekerja untuk perdamaian. “Kita hidup dalam era yang banyak konflik,” katanya, dan “seruan untuk perdamaian harus terus didengungkan. Perdamaian kadang-kadang memberikan kesan yang tenang, tapi itu tidak pernah tenang, damai selalu proaktif” dan dinamis.

Sumber: UCA News
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"

With love,

Mikael Oka

Paus Fransiskus: Gosip, Marah, Gusar Akibat Selibat Tidak Berbuah


30/07/2014

Salah satu bahaya dari  bentuk selibat “yang tidak berbuah” adalah gusar, marah dan gosip, kata Paus Fransiskus kepada sekelompok imam dan uskup di Caserta.

“Seorang pria yang kesepian akan merasa gusar, marah, dan gosip tentang orang lain,” kata Paus pada 26 Juli selama pertemuan dengan 123 imam yang bekerja di Keuskupan Caserta dan 19 uskup dari wilayah Campania, Italia.

Ketika seorang imam tidak setuju dengan uskupnya atau ketika uskup tidak setuju satu sama lain, mereka harus menyampaikan perbedaan mereka secara langsung,  tetapi tidak boleh gosip, kata Paus Fransiskus dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Vatikan pada 27 Juli.

“Katakan secara langsung,” lanjut Paus. 

“Anda adalah seorang pria, jadi jika Anda memiliki sesuatu dengan uskup Anda, pergi dan mengatakan kepada dia. Mungkin ada konsekuensi, tetapi memikul salib Anda sebagai seorang pria!”

Seorang imam, katanya, pernah mengatakan kepadanya bahwa ia merasa khawatir bahwa begitu banyak imam dan uskup yang saling marah.

Paus Fransiskus mengatakan kepada para imam itu bahwa marah adalah normal dan bahkan “sehat” kalau marah, tetapi tidak boleh dendam atau gosip yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Kunci untuk kehidupan yang berbuah, kata Bapa Suci, terletak pada “kesetiaan ganda dan transendensi ganda: setia kepada Tuhan dengan bertemu Dia, membuka diri kepada-Nya dalam doa, mengingat bahwa Dia adalah orang yang setia,” dan “membuka diri kepada orang lain” dengan rasa empati, hormat dan sabar.

Keterbukaan terhadap Roh harus disertai dengan keterbukaan terhadap orang lain dan bagi masalah mereka sebenarnya, kata Paus.

Satu-satunya cara untuk belajar tentang kebutuhan orang lain adalah dengan mendengarkan mereka, sabar dan menahan godaan untuk memberikan jawaban yang instan.

“Kita tidak bisa membuat Gereja tertutup untuk dirinya sendiri,  sebuah Gereja yang tak berhasil, menjadi refrensi dirinya sendiri dan tidak mampu mengatasi,” katanya.

Sumber: UCA News
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

Paus Fransiskus Ucapkan Selamat Idul Fitri


30/07/2014

Paus Fransiskus mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah kepada semua umat Muslim di seluruh dunia setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Paus Fransiskus menjelaskan dalam pesannya, ia ingin menyampaikan penghargaan terhadap sesama dan persahabatan kepada seluruh umat Muslim.

Paus menulis sendiri ucapan selamat Idul Fitri sebagai tanda menghargai dan bersahabat dengan semua umat Muslim.

“Mencintai setiap orang dengan sepenuh hati,” kata Paus Fransiskus dalam pesan Idul Fitri-nya.

Dalam suratnya, Bapa Suci menekankan aksi nyata dalam menjaga perdamaian dan toleransi. 

Kedua kata kunci tersebut merupakan misi dari pesannya dengan tema “Saling Menghormati Melalui Pendidikan”.

Di tengah konflik berbau SARA, Paus Fransiskus menegaskan pentingnya sikap saling menghormati dan perlunya mendidik generasi muda baik yang beragama Islam atau beragama Katolik untuk menanamkan sikap toleransi dan saling mencintai.

“Kita semua tahu saling menghormati adalah sikap yang mendasar dalam hubungan sesama manusia, terutama bagi kita semua yang beragama. Dengan cara tersebut, keterbukaan dan keabadian persahabatan bisa tumbuh,” ungkapnya.

Ucapan selamat merayakan Idul Fitri kepada umat Muslim sudah menjadi tradisi Vatikan sejak 1967. 

Biasanya, ucapan selamat disampaikan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama. 

Hanya pada masa Paus Yohanes Paulus II ucapan selamat disampaikan secara pribadi.

Sumber: huffingtonpost.com, UCA News
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,


Mikael Oka