Kamis, 15 Mei 2014

Mengenang Pemikiran Humanis Romo Mangunwijaya


08/05/2014

Lima belas tahun sudah berlalu sejak meninggalnya sosok humanis Romo YB Mangunwijaya atau yang dikenal dengan Romo Mangun, yang dikenal banyak kalangan sebagai tokoh yang sangat dekat dengan wong cilik ini melekat kuat dalam ingatan masyarakat Yogyakarta, khususnya kaum bantaran pinggir Sungai Code.

Bagaimana tidak, Romo Mangun adalah sosok yang berhasil mengubah wajah buram permukiman bantaran Sungai Code, khususnya di sebelah selatan Jembatan Gondolayu, menjadi permukiman yang lebih layak dan tertata.

Sebagai salah satu pengingat sekaligus penghargaan terhadap pemikiran humanis Romo Mangun, Bentara Budaya, Yogyakarta berkesempatan menggelar Peringatan 15 Tahun Wafatnya YB Mangunwijaya pada Selasa (6/5) malam.

Peringatan ini dihadiri oleh banyak kalangan mulai dari seniman, sastrawan, budayawan, akademisi, masyarakat umum, hingga Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono. 

Mereka mengaku mengagumi pemikiran humanis Romo Mangun yang semasa hidup dikenal sebagai budayawan, arsitek, aktivis, rohaniawan, penulis, serta aktivis pembela wong cilik.

Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono menyampaikan bahwa Romo Mangun merupakan sosok yang patut untuk diteladani, terutama dari sisi pemikiran serta sikapnya yang lebih mementingkan orang lain. 

Imam Priyono mengaku terkesan dengan salah satu pemikiran Romo Mangun tentang keseimbangan alam.

“Lewat Romo Mangun, saya belajar tentang keseimbangan alam, misalnya kehidupan antara orang kaya dengan orang miskin. 

Kedua kelompok masyarakat ini harus mendapat perhatian yang sama, harus sama-sama dipedulikan dan dicintai,” ujar Imam Priyono.

Kurator Bentara Budaya Romo  Gabriel Possenti Sindunatha SJ mengungkapkan bahwa bahwa Romo Mangun merupakan sosok humanis sejati yang memiliki pemikiran yang sangat luas. 

Pria yang akrab disapa Romo Sindhu ini mengungkapkan bahwa secara pribadi, beliau adalah pengagum sosok Romo Mangun.

“Sejumlah pemikiran Romo Mangun mampu menjadi motivasi untuk semua kalangan. 

Pemikiran beliau tentang kebenaran dan keindahan yang tidak bisa dipisahkan, tentang nasionalisme yang luas tak berbatas, serta sikapnya yang rendah hati, membuat Romo Mangun akrab dikenal sebagai sosok yang mengutamakan nilai-nilai humanisasi,” demikian Romo Sindhu.

Peringatan 15 tahun wafatnya Romo Mangun ini berlangsung antara 6-11 Mei 2014. 

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mengisi acara ini, yaitu pameran seni rupa, seminar pendidikan, sarasehan budaya, hingga workshop seni rupa anak. (satuharapan.com)

Sumber: UCA News
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

Minggu, 04 Mei 2014

Mengapa Gereja Katolik Mendedikasikan Bulan Mei dan Oktober Kapada Maria?


Secara tradisi, Gereja Katolik mendedikasikan bulan- bulan tertentu untuk devosi tertentu. 

Bulan Mei yang sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan, karena pada bulan Mei di negara- negara empat musim mengalami musim semi atau musim kembang. 

Maka bulan ini dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru. 

Hawa sendiri artinya adalah ibu dari semua yang hidup, “mother of all the living” (Kej 3:20). 

Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke 13. 

Namun praktek ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an, dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja.

Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. 

Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara.

Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. 

Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. 

Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. 

Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan Ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception/ Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria telah dikenal oleh Gereja universal.

Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya, the Month of Mary mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. 

Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May, 1)

Sedangkan penentuan bulan Oktober sebagai bulan Rosario, berkaitan dengan pertempuran di Lepanto pada tahun 1571, di mana negara- negara Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman yang menyerang agama Kristen, dan terdapat ancaman genting saat itu, bahwa agama Kristen akan terancam punah di Eropa. 

Jumlah pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa dan Venesia. Menghadapi ancaman ini, Don Juan (John) dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa rosario memohon pertolongan Bunda Maria. 

Demikian juga, umat Katolik di seluruh Eropa berdoa rosario untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini. Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. 

Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. 

Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober.

Kemudian, Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. 

Kemudian penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci.

Demikianlah sekilas mengenai mengapa bulan Mei dan Oktober dikhususkan sebagai bulan Maria. 

Bunda Maria memang terbukti telah menyertai Gereja dan mendoakan kita semua, para murid Kristus, yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus menjadi anak- anaknya (lihat Yohanes 19:26-27). 

Bunda Maria turut mengambil bagian dalam karya keselamatan Kristus Putera-Nya, dan bekerjasama dengan-Nya untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman.

Sumber: Katolisitas.org
-Deo Gratias-
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

Referensi: 

Sumber gambar dari internet yang diolah.

https://www.facebook.com/gerejakatolik/posts/10152805038534638:0

Rumusan Ajaran Katolik (1 dari 2)


Dua Perintah Cinta Kasih
1.       Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.
2.       Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.

Hukum Emas (Matius 7:12)
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah semikian juga kepada mereka.

Sabda Bahagia (Matius 5:3-12)
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku
kamu dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacitalah dan bergembiralah karena upahmu besar di surga.

Tiga Keutamaan Teologal
1.       Iman
2.       Harapan
3.       Kasih

Empat Keutamaan Kardinal
1.       Arif
2.       Bijaksana
3.       Berani
4.       Ugahari

Tujuh Karunia Roh Kudus
1.       Hikmat
2.       Pengertian
3.       Nasihat
4.       Keperkasaan
5.       Pengenalan akan Allah
6.       Kesalehan
7.       Roh takut akan Allah
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

Referensi: 

Sumber gambar dari internet yang diolah.

Dikutip dari buku "Kompendium Katekismus Gereja Katolik", penerbit Kanisius, 2013