Minggu, 08 Juni 2014

Paus Fransiskus: Iblis Ingin Menghancurkan Keluarga

 04/06/2014 

Iblis membenci keluarga-keluarga dan mencoba untuk menghancurkan, kata Paus Fransiskus dalam Konvensi Pembaharuan Karismatik Katolik di Roma pada Minggu.

“Keluarga-keluarga adalah Gereja rumah tangga dimana Yesus bertumbuh dalam cinta dari sebuah pasangan, dalam menghidupkan anak-anak mereka,” kata Paus, seraya menambahkan, “Inilah sebabnya mengapa iblis menyerang banyak sekali keluarga.”

Paus berdoa agar Tuhan melindungi keluarga-keluarga.

Dia membuat pernyataannya selama Konvensi Nasional ke-37 Gerakan Pembaharuan Karismati Katolik, yang diselenggarakan di Stadiun Olimpico Roma.

Lebih dari 52.000 peserta dari 55 negara berkumpul dalam acara ini, yang melibatkan pujian-pujian, ibadat, dan kesaksian pribadi.

Bapa Suci mengaku bahwa ketika ia masih menjadi Uskup Agung Buenos Aires, ia tidak bisa datang untuk menghadiri doa karismatik.

Tapi, setelah dia mengenal kelompok ini, ia menyadari “pembaharuan karismatik adalah kekuatan besar dalam pelayanan untuk mewartakan Injil. “Anda semua telah menerima hadiah besar dari Tuhan,” tegasnya.

“Anda telah mendapat pencurahan Roh Kudus sebagai rahmat dalam Gereja dan untuk Gereja.”

Ia menegaskan bahwa pelayanan mereka — “Evangelisasi, ekumenisme, melayani orang miskin dan memperhatikan orang terpinggirkan, dan semuanya ini didasarkan pada doa.”
“Saya diminta untuk menyampaikan apa yang saya harapkan dari Anda semua terkait gerakan pembaharuan ini,” lanjutnya.

“Hal pertama adalah konversi ke dalam kasih Yesus, yang mengubah hidup dan membuat seorang Kristen menjadi saksi dari kasih Allah.”

Dalam pertemuan itu Paus Fransiskus mendengar kesaksian dari perwakilan berbagai negara: seorang imam, orang muda, orang cacat dan sepasang suami-istri.

Paus Fransiskus menyampaikan terima kasih kepada orang sakit dan cacat dengan harapan mereka bersatu dengan Kristus dalam penderitaan mereka.

Dia meminta para imam untuk menjadi seorang gembala yang “dekat dengan umat” dan dekat dengan Tuhan “dalam doa.”  

Dan dia berdoa untuk keluarga-keluarga agar mereka bisa bertahan dari serangan iblis.

“Keluarga-keluarga adalah Gereja rumah tangga dimana Yesus bertumbuh,” kata Paus Fransiskus.

“Dia bertumbuh dalam pasangan cinta dan dalam menghidupkan anak-anak.  Iblis menyerang keluarga. Dia tidak menginginkannya. Ia mencoba untuk menghancurkannya, mencegah cinta …. 

Semoga Tuhan memberkati keluarga-kelurga, dan membuat mereka menjadi tangguh dalam menghadapi krisis dimana iblis ingin menghancurkannya.”

Sumber: UCA News

...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

“Anda Dapat Membuat Dunia Lebih Baik”, Kata Paus Kepada Anak-Anak Miskin


03/06/2014

Pada Sabtu pagi lagu “Ode to Joy” dari orkestra remaja ketika Paus Fransiskus memasuki ruangan yang dihadiri oleh 400 anak sekolah di Italia dari sejumlah panti.

Mereka melambaikan tangan dan bersorak-sorai saat Paus Fransiskus berbicara kepada mereka tentang kesederhanaan dan pentingnya cinta serta terang dalam dunia yang gelap.

Pertemuan semacam itu adalah kedua, sebuah kerjasama di antara Dewan Kepausan untuk Kebudayaan  dan Trenitalia, sebuah perusahaan kereta api Italia yang mensponsori perjalanan anak-anak itu dari Naples ke Roma.

Pertemuan Paus Fransiskus dengan anak-anak sekolah dari Naples serta daerah terpencil di Roma, ditandai dengan sukacita dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana dan jawaban.

“Apakah mungkin membuat dunia lebih baik?” Dia bertanya kepada anak-anak yang berkumpul di aula Paulus VI pada 31 Mei, dan mereka berteriak “ya!”. “Ya! Dan harus lebih baik dari dunia yang saya tinggal?”

Paus Fransiskus bertanya lagi kepada audiensi muda itu, “Bagaimana kita membuat dunia ini menjadi lebih baik? Dengan kebencian? Apakah kita membuatnya dengan kebencian?” 

Beberapa anak berdiri dari kursi mereka berteriak,” tidak!” “Bagus”, kata Paus, seraya mendorong mereka melakukan tugas itu dengan cinta.

“Semua orang bersama-sama, sebagai saudara, berjuang bersama yang lainnya dalam cinta. 

Dan untuk ini, saya akan memberitahu Anda sesuatu: ketika Rasul Yohanes, seorang teman yang sangat dekat dengan Yesus -   menanyakan siapa Tuhan, apakah Anda tahu apa yang dia katakan? “Allah adalah kasih. Ini indah.” Kemudian seorang anak menyerahkan hadiah pot dari tanah liat berisi kotoran dari katakombe di Naples; seorang gadis muda memberikan dia tanaman.”

Paus menggunakan benda-benda ini sebagai tema untuk katekese sederhana, seraya mencontohkan bahwa bumi berasal dari tempat yang gelap, namun tanaman tumbuh dalam terang. “Di dalam kegelapan kita memerlukan cahaya,” jelasnya.

“Kapan itu, malam hari, itu benar-benar gelap. Tapi, kita menunggu hingga pagi, ketika cahaya mulai. Apa yang lebih penting - kegelapan atau terang?”, jawab mereka dengan antusias “Terang!”.

Di dalam diri kita sendiri, selalu membutuhkan terang. 

Karena terang membawa kita sukacita, memberi kita harapan. 

Dan apakah kita semua membutuhkan cahaya? 

Anak-anak menjawab,”ya!” 

Paus menjelaskan, “karena dalam terang ada hal-hal yang baik, dan dalam terang Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan. 

Ketika Anda memberi saya tanaman itu, dan suatu saat  menghasilkan buah yang membantu kita untuk membuat dunia yang… lebih baik!”.

Selain itu tanaman dan kotoran dari katakombe, anak-anak dan guru mereka telah mempersembahkan sebuah lagu khusus untuk Paus Fransiskus: balada tradisional Italia, “O Solo Mio,” dengan versi tambahan “O Papa Mio.“

Sumber: UCA News

...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka

Minggu, 01 Juni 2014

Indahnya Wajah Tuhan di Papa


Usiaku sudah dewasa, namun di mata papa, aku masih seperti anak-anak.

Awalnya aku merasa kurang senang dengan sikap papa itu.

Namun seiring berjalannya waktu, aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian papa sampai saat ini.

Papa jarang bicara namun kebijaksanaannya selalu membantuku menghadapi kerasnya kehidupan.

Papa sangat bertanggung jawab pada keluarga bahkan sampai diusia senjanya.

Kalau ada masalah menyangkut keluarga, papa selalu diam.

Awalnya aku tidak mengerti, namun pada akhirnya aku tahu bahwa papa diam itu karena papa sedang memikirkan jalan keluar untuk masalah yang dihadapi keluarga.

Papa selalu mengutamakan kebutuhan keluarga terlebih kebahagiaan anak-anaknya, mengesampingkan keinginannya sendiri.

Papaku tidak pernah mengeluh kalau aku minta tolong, ia malah senang masih bisa membantu anak-anaknya.

Saat aku melihat punggung papa yang sudah tua, aku melihat punggung yang sangat kokoh, yang selalu siap melindungi keluarga.

Aku membandingkan dengan diriku saat ini, meskipun sudah dewasa namun aku belum mampu seperti papa, belum bisa membalas kasih sayang papa selama ini.

Seringkali aku bertanya dalam hati kapankah aku mampu menjadi seperti papa, yang selalu menjaga keluarga, menjadi tiang utama bagi keluarga.

Satu hal yang aku selalu lihat pada papa, indahnya wajah Tuhan dalam diri papa, yang terungkap dalam kasih sayangnya sangat luar biasa terhadap keluarga.

Papa selalu mendidik, mendampingi dan menuntunku menjalani hidup.

Papa juga selalu bertindak bijaksana dan setia mendampingi keluarga.

Disaat-saat aku sendirian, aku sering bertanya pada hati, bagaimana bisa membahagiakan papa, bagaimana aku bisa menggantikan peran papa sebagai tiang utama keluarga supaya papa bisa beristirahat dan menikmati masa senjanya.

Dalam doa aku bersyukur kepada Tuhan atas orang tua yang selalu menyayangiku sebagaimana limpahan kasih sayang Tuhan dalam hidupku dan juga memohon supaya Tuhan selalu menjaga mereka, memberkati mereka dengan kesehatan, rejeki, kedamaian dan kebahagiaan.

…

Teman-teman terkasih, bersyukurlah selalu atas orang tua kita yang masih ada bersama kita saat ini, janganlah sia-siakan mereka, jangan abaikan mereka, jangan tinggalkan mereka, sayangilah mereka dengan tulus meskipun mereka maupun kita mempunyai keterbatasan dan berdoalah selalu bagi mereka. 

Ingalah kasih sayang mereka mulai dari saat kita masih kecil, kebersamaan, canda tawa dan berbagai peristiwa yang yang kita jalani bersama orang tua kita.

Pandanglah wajah mereka, pandanglah keindahan wajah Tuhan di mereka.

Hormatilah orang tua kita bagaimanapun keadaan mereka karena Tuhan sendiri telah mengajarkannya kepada kita melalui 10 Perintah Allah, dan terlebih karena melalui orang tua kitalah kasih Tuhan menjelma secara nyata dalam hidup kita.

Tuhan memberkati kita selalu. 
...

Teman-teman terkasih dalam Kristus, diperkenankan mengutip / mengcopy / menyebarluaskan artikel diatas dengan mencantumkan:
"sumber: Melodi-Kasih-Tuhan.blogspot.com"


With love,

Mikael Oka